Askep CA’ MAMMAE

  1. A.  KONSEP DASAR MEDIS
    1. 1.     Pengertian

Ca. Mamae merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang wanita., disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak teratur sehingga pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjadi benjolan tumor (kanker).

Kanker payudara atau ca.mammae adalah kanker yang berasl dari system kelenjar payudara,dapat mengenai kelenjarnya juga saluran kelnjarnya.

  1. 2.     Etiologi

Penyebabnya tidak diketahui,tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Beberapa faktor resiko tersebut adalah :

  1. Riwayat pribadi tentang kanker payudara

Resiko mengalami kanker payudara pada payudara sebelahnya meningkat hampir 1% setiap tahun.

  1. Usia

Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun.resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.

  1. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara

Resikonya meningkat dua kali jika ibunya terkena kanker sebelum berusia 60 tahun; resiko meningkat 4 sampai 6 kali jika kanker payudara terjadi pada dua orang saudara langsung.

  1. menarke dini

Resiko kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun.

  1. Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama

Wanita yang mempunyai anak pertama setelah  usia 30 tahun mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara disbanding dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka pada usia 20 tahun.

  1. Menopous pada usia lanjut

Menopous setelah usia 50 tahun meningkatkan resiko untuk mengalami oovorektomi bilateral sebelum usia 35 tahun mempumyi resiko sepertiganya.

  1. Riwayat penyakit payudara jinak

Wanita yang mempunyai tumor payudara disertai perubahan epitel proleferatif memounyai resiko dua kali lipatuntuk mengalami kanker payudara; wanita dengan hyperplasia tipikal mempunyai resiko empat kali lipat untuk mengalami penyakit ini.

  1. Paparan  terhadap radiasi ionisasi masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun.

Pada keadaan ini beresiko hampir dua kali lipat

  1. Obesitas

Resiko terendah diantara wanita pascamenopouse. Bagaimanapun, wanita gemuk yang didiagnosa penyakit ini mempunyai angka kematian lebih tinggi, yang paling sering berhubungan dengan diagnosis yang lambat.

  1. Kontrasepsi oral

Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral beresiko tinggi untuk mengalami kanker payudara. Bagaimanapun, resiko tinggi ini menurun dengan cepat setelah penghentian medikasi.

  1. Terapi penggantian hormone

terdapat laporan yang membingungkan tentang resiko kanker payudara pada terapi penggantian hormone. Wanita yang berusia lebih tua yang menggunakan estrogen suplemen dan menggunakan untuk jangka panjang (lebih dari 10 sampai 15 tahun ) dapat mengalami peningkatan resiko. Sementara penambahan progesterone terhadap penggantian estrogen meningkatkan insiden kanker endometrium, hal ini tidak menurunkan  kanker payudara.

  1. Masukan alkohol

Sedikit resiko ditemukan pada wanita yang mengkonsumsi alkohol bahkan dengan hanya sekali minum dalam sehari. Resikonya dua kali lipat diantara wanita yang minum alkohol tiga kali sehari. Dinegara dimanba minuman anggur dikonsumsi secara teratur (mis , prancis dan itali), angkanya sedikit lebih tinggi. Beberapa temuan riset menunjukkan bahwa wanita muda yang minum alkohol lebih rentan untuk mengalami kanker payudara pada tahun – tahun terkhirnya.

  1. 3.     Tanda dan Gejala

Tanda yang dapat timbul pada penderita penyakit ini adalah :

ü Terdapat massa utuh kenyal, biasa di kwadran atas bagian dalam, dibawah ketiak bentuknya tak beraturan dan terfiksas

ü Nyeri di daerah massa

ü Perubahan bentuk dan besar payudara, Adanya lekukan ke dalam, tarikan dan refraksi pada areola mammae

ü Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk)

ü Pengelupasan papilla mammae

ü Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting,

ü Keluar cairan abnormal dari putting susu berupa nanah, darah, cairan encer padahal ibu tidak sedang hamil / menyusui.

ü Ditemukan lessi pada pemeriksaan mamografi

  1. 4.     Patofisiologi

Proses terjadinya kanker karena terjadi perubahan struktur sel, dengan ciri : proliferasi yang berlebihan dan tak berguna, yang tak mengikuti pengaruh jaringan sekitarnya. Proliferasi abnormal  sel kanker akan menggangu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut telah terjadi perubahan secara biokimiawi  terutama dalam intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal.

Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan cirri-ciri: proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna yang tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya.

Neoplasma yang maligna terdiri dari sel-sel kanker yang menunjukkan proliferasi yang tidak terkendali yang mengganggu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama dalam intinya. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antar sel-sel normal.

Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase:

1.    Fase induksi: 15-30 tahun

Sampai saat i9ni belum dipastikan sebab terjadinya kanker, tapi factor lingkungan mungkin memegang peranan besar dalam terjadinya kanker pada manusia.

Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun samapi bisa merubah jaringan displasi menjadi tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan konsentrasi zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya terkena, adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain, kerentanan jaringan dan individu.

2.    fase in situ: 1-5 tahun

pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi pre-cancerous yang bisa ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paru-paru, saluran cerna, kandung kemih, kulit dan akhirnya ditemukan di payudara.

3.    fase invasi

Sel-sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi meleui membrane sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe.

Waktu antara fase ke 3 dan ke 4 berlangsung antara beberpa minggu sampai beberapa tahun.

4.    fase diseminasi: 1-5 tahun

Bila tumor makin membesar maka kemungkinan penyebaran ke tempat-tempat lain bertambah.

  1. 5.     Penyimpangan KDM

 

 

  1. 6.     Komplikasi

Komplikasi utama dari cancer payudara adalah metastase jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan pembuluh darah ke organ-organ lain. Tempat yang sering untuk metastase jauh adalah paru-paru, pleura, tulang dan hati. Metastase ke tulang kemungkinan mengakibatkan fraktur patologis, nyeri kronik dan hipercalsemia. Metastase ke paru-paru akan mengalami gangguan ventilasi pada paru-paru dan metastase ke otak mengalami gangguan persepsi sensori.

  1. 7.     Penatalaksanaan Medis

            Penanganan secara medis dari pasien dengan kanker mamae ada dua macam yaitu kuratif (dengan pembedahan) dan paliatif (non pembedahan)

Tabel Penanganan Cancer Mammae

Penanganan

Keterangan

Pembedahan (kuratif)

Mastektomi parsial (eksisi tumor local dan penyinaran)

Mastektomi total dengan diseksi aksila rendah

Mastektomi radikal yang dimodifikasi

Mastektomi radikal

Mastektomi radikal yang diperluas

Mulai dari lumpektomi (pengangkatan jaringan yang luas dengan kulit yang terkena) sampai kuadranektomi (pengangkatan seperempat payudara), pengangkatan atau pengambilan contoh jaringan dari kelenjar limfe aksila untuk penentuan stadium; radiasi dosis tinggi mutlak perlu (5000-6000 rad)

Seluruh payudara, semua kelenjar limfe di lateral otot pektoralis minor

Seluruh payudara, semua atau sebagian jaringan aksila

Seluruh payudara, otot pektoralis mayor dan minor di bawahnya, seluruh isi aksila

Sama seperti masektomi radikal ditambah kelenjar limfe mamaria interna

Non Pembedahan (paliatif)

Penyinaran

Kemoterapi

Terapi hormaon dan endokrin

Pada payudara dan kelenjar limfe regional yang tidak dapat direseksi pada kanker lanjut, pada metastase tulang, metastase kelenjar limfe, aksila, kekambuhan tumor local atau regional setelah mastektomi

Adjuvan sistemik setelah mastektomi; paliatif pada penyakit yang lanjut

Kanker yang telah menyebar, memakai estrogen, androgen, progesterone, anti estrogen, ooforektomi, adrenalektomi, hipofisektomi

Pengobatan paliatf kanker payudara tidak dapat dijalankan menurut suatu skema yang kaku, selalu dipertimabngkan kasus demi kasus. Terapi kemoterap[I diberikan bila ada metastasis visceral terutama ke otak dan limphangitik dan jika terpai hormonal tidak dapat mengatasi atau penyakit tersebut telah berkembang sebelumnya, dan jika tumor tersebut ER negative.

 

  1. 8.     Cara pencegahan
    1. Kesadaran SADARI dilakukan setiap bulan.
    2. Berikan ASI pada Bayi. Memberikan ASIpada bayi secara berkala akan mengurangi tingkat hormone tersebut. Sedangkan kanker payudara berkaitan dengan hormone estrogen.
    3. jika menemukan gumpalan / benjolan pada payudara segera kedokter.
    4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga. Menurut penelitian 10 % dari semua kasus kanker payudara adalah factor gen.
    5. Perhatikan konsumsi alcohol. Dalam penelitian menyebutkan alcohol meningkatkan estrogen.
    6. Perhatikan BB, obesitas meningkatkan risiko kanker payudara.
    7. Olah raga teratur. Penelitian menunjukkan bahwa semakin kurang berolah raga, semakin tinggi tingkat estrogen dalam tubuh.
    8. Kurangi makanan berlemak. Gaya hidup barat tertentu nampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit.
    9. Usia > 50 th lakukan srening payudara teratur. 80% Kanker payudara terjadi pada usia > 50 th
    10. Rileks / hindari stress berat. Menurunkan tingkat stress akan menguntungkan untuk semua kesehatan secara menyeluruh termasuk risiko kanker payudara.
  1. B.     KONSEP DASAR KEPERAWATAN
    1. Riwayat Keperawatan
      1. a.       Pengkajian
    2. Pola persepsi dan pemiliharaan kesehatan.

ü  Riwayat keluarga dengan kanker.

ü  Terpapar radiasi berlebih.

ü  Riwayat kanker rahim, kanker ovarium, kanker colon.

ü  Penggunaan alkohol.

ü  Rutin melakukan chek up, sarasi.

  1. Pola nutrisi metabolic

ü  Diet tinggi lemak.

ü  Penurunan nafsu makan.

ü  Muntah-muntah.

ü  Penurunan berat badan.

ü  Edema, ascites.

ü  Obesitas.

  1. Pola eliminasi.

ü  Darah pada feses/urine.

ü  Nyeri saat defekasi/berkemih.

ü  Konstipasi/diare.

ü  Distensi abdomen.

  1. Pola aktivitas-latihan.

ü  Kelelahan.

ü  Aktivitas terbatas karena nyeri.

  1. Pola tidur-isirahat.

ü  Gangguan tidur karena nyeri.

  1. Pola persepsi.

ü  Nyeri.

ü  Ketidaktahuan tentang proses penyakit.

ü  Ansietas/ketakutan.

ü  Rasa terbakar, gatas pada tulang.

ü  Pola persepsi-konsep diri.

ü  Malu, tidak percaya diri karena :

ü  Lesi seperti cacat.

ü  Jaringan peau d’orange pada payudara.

ü  Scan pada post operasi.

ü  Alopesia.

  1. Pola peran-hubungan sesama.

ü  Gangguan dalam melakukan perannya.

ü  Gangguan dalam interaksi sosial.

ü  Pola reproduksi-seksual.

ü  Menarche sebelum 12 tahun.

ü  Menopause setelah 50 tahun.

ü  Therapi hormon.

ü  Anak pertama lahir setelah 30 tahun.

ü  Tidak memiliki anak.

ü  Kontrasepsi oral.

  1. Pola koping-toleransi terhadap stress.

ü  Stress berlebih.

ü  Cara mngatasi stress : minum alkohol, rokok.

ü  Denial terhadap penyakit, putus asa.

ü  Menarik diri.

ü  Pola nilai kepercayaan.

ü  Mempersalahkan Tuhan.

ü  Lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.

  1. 2.     Pemeriksaan Diagnostik
    1. Mamografi: memperlihatkan struktur internal payudara, dapat untuk mendeteksi kanker yang tak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal.
    2. Galaktografi: mamogram dengan kontras dilakukan dengan menginjeksikan zat kontras ke dalam aliran duktus.
    3. Ultrasound: dapat membantu dalam membedakan antara massa padat dan kista dan pada wanita yang jaringan payudaranya keras, hasil komplemen dari mamografi.
    4. Xeroradiografi: menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi tumor.
    5. Termografi: mengidentifikasi pertumbuhan cepat tumor sebagai ”titik panas” karena peningkatan suplai darah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi.
    6. Diafanografi (transimulasi): mengidentifikasi tumor atau massa dengan membedakan bahwa jaringan mentransmisikan dan menyebarkan sinar. Prosedur masih diteliti dan dipertimbangkan kurang akurat daripada mamografi.
    7. Scan CT dan MRI: teknik scan yang dapat mendeteksi penyakit payudara, khususnya massa yang lebih besar atau tumor kecil, payudara mengeras yang sulit diperiksa dengan mamografi. Teknik ini tidak bisa untuk pemeriksaan rutin dan tidak untuk mamografi.
    8. Biopsi payudara (jarum atau eksisi): memberikan diagnosa definitif terhadap massa dan berguna untuk klasifikasi histologi pentahapan dan seleksi terapi yang tepat.
    9. Asai hormon reseptor: menyatakan apakah sel tumor atau spesimen biopsi mengandung reseptor hormon (estrogen dan progresteron). Pada sel malignan, reseptor kompleks estrogen-plus merangsang pertumbuhan dan pembagian sel. Kurang lebih duapertiga semua wanita dengan kanker payudara reseptor estrogennya positif dan cenderung berespon baik terhadap terapi hormon menyertai terapi primer untuk memperluas periode bebas penyakit dan kehidupan.
    10. Foto dada, pemeriksaan fungsi hati, hitung sel darah dan scan tulang: dilakukan untuk mengkaji adanya metastase.

Laboratorium meliputi:

  1. Morfologi sel darah
  2. Laju endap darah
  3. Tes faal hati
  4. Tes tumor marker (carsino Embrionyk Antigen/CEA) dalam serum atau plasma
  5. Pemeriksaan sitologik

Pemeriksaan ini memegang peranan penting pada penilaian cairan yang keluar sponyan dari putting payudar, cairan kista atau cairan yang keluar dari ekskoriasi

  1. 3.     Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan analisa data menurut Doengoes (2000) dan Brunner & Suddarth (1999), ditemukan diagnosa keperawatan sebagai berikut :

1.Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor

  1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi lengan/bahu.
  2. Kecemasan     berhubungan             dengan perubahan   gambaran       tubuh
  3. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi.
  4. Kurangnya  pengetahuan  tentang  kondisi,  prognosis,  dan  serta  pengobatan  penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi.
  5. Gangguan  pemenuhan  kebutuhan  nutrisi  berhubungan  dengan  intake  yang  tidak  adekuat
  1. 4.     Intervensi
    1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor

Ditandai dengan :

DS : 

Klien  mengeluh  nyeri  pada  sekitar  payudara  sebelah  kiri  menjalar  ke kanan.

DO : 

Klien nampak meringis

Klien nampak sesak

Nampak luka di verban pada payudara sebelah kiri

Tujuan : Nyeri teratasi

Kriteria Hasil :

Klien mengatakan nyeri berkurang atau hilang

Nyeri tekan tidak ada

Ekspresi wajah tenang

Luka sembuh dengan baik

Intervensi :

  1. Kaji karakteristik nyeri, skala nyeri, sifat nyeri, lokasi dan penyebaran.

Rasional  :  Untuk  mengetahui  sejauhmana  perkembangan  rasa  nyeri  yang  dirasakan  oleh  klien  sehingga  dapat  dijadikan  sebagai  acuan  untuk  intervensi  selanjutnya.

  1. Beri posisi yang menyenangkan.

Rasional : Dapat mempengaruhi kemampuan klien untuk rileks/istirahat secara efektif dan dapat mengurangi nyeri.

  1. Anjurkan teknik relaksasi napas dalam.

Rasional  :  Relaksasi  napas  dalam  dapat  mengurangi  rasa  nyeri  dan memperlancar sirkulasi O2 ke seluruh jaringan.

  1. Ukur tanda-tanda vital

Rasional  :  Peningkatan  tanda-tanda  vital  dapat  menjadi  acuan  adanya  peningkatan nyeri.

  1. Penatalaksanaan pemberian analgetik

Rasional : Analgetik dapat memblok rangsangan nyeri sehingga dapat nyeri tidak dipersepsikan.

  1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi lengan/bahu.

Ditandai dengan :

DS :

Klien mengeluh sakit jika lengan digerakkan.

Klien mengeluh badan terasa lemah.

Klien tidak mau banyak bergerak.

DO :

Klien tampak takut bergerak.

Tujuan : 

Klien dapat beraktivitas

Kriteria Hasil :

Klien dapat beraktivitas sehari6hari.

Peningkatan kekuatan bagi tubuh yang sakit.

Intervensi :

  1. Latihan rentang gerak pasif sesegera mungkin.

Rasional  :  Untuk  mencegah  kekakuan  sendi  yang  dapat  berlanjut  pada  keterbatasan gerak.

  1. Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai keperluan

Rasional : Menghemat energi pasien dan mencegah kelelahan.

  1. Bantu ambulasi dan dorong memperbaiki postur.

Rasional  :  Untuk  menghindari  ketidakseimbangan  dan  keterbatasan  dalam  gerakan dan postur.

  1. Kecemasan      berhubungan             dengan           perubahan     gambaran       tubuh.

Ditandai dengan :

DS :

Klien mengatakan takut ditolak oleh orang lain.

Ekspresi wajah tampak murung.

Tidak mau melihat tubuhnya.

DO :

Klien tampak takut melihat anggota tubuhnya.

Tujuan : Kecemasan dapat berkurang.

Kriteria Hasil :

Klien tampak tenang

Mau berpartisipasi dalam program terapi

Intervensi :

  1. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.

Rasional : Proses kehilangan bagian tubuh membutuhkan penerimaan, sehingga pasien dapat membuat rencana untuk masa depannya.

  1. Diskusikan tanda dan gejala depresi.

Rasional  :  Reaksi  umum  terhadap  tipe  prosedur  dan  kebutuhan  dapat  dikenali  dan diukur.

  1. Diskusikan tanda dan gejala depresi

Rasional : Kehilangan payudara dapat menyebabkan perubahan gambaran diri,  takut jaringan parut, dan takut reaksi pasangan terhadap perubahanO :

  1. Diskusikan dengan klien atau orang terdekat respon klien terhadap penyakitnya.

Rasional  :  membantu  dalam  memastikan  masalah  untuk  memulai  proses  pemecahan masalah

  1. Tinjau ulang efek pembedahan

Rasional  :  bimbingan  antisipasi  dapat  membantu  pasien  memulai  proses  adaptasi.

  1. Berikan dukungan emosi klien.

Rasional : klien bisa menerima keadaan dirinya.

  1. Anjurkan keluarga klien untuk selalu mendampingi klien.

Rasional : klien dapat merasa masih ada orang yang memperhatikannya.

  1. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi.

Ditandai dengan :

DS :

Klien mengeluh nyeri pada daerah sekitar operasi.

DO :

Adanya balutan pada luka operasi.

Terpasang drainase

Warna drainase merah muda

Tujuan : 

Tidak terjadi infeksi.

Kriteria Hasil :

Tidak ada tanda -tanda infeksi.

Luka dapat sembuh dengan sempurna.

Intervensi :

  1. Kaji adanya tanda 6 tanda infeksi.

Rasional : Untuk mengetahui secara dini adanya tanda 6 tanda infeksi sehingga  dapat segera diberikan tindakan yang tepat.

  1. Lakukan pencucian tangan sebelum dan sesudah prosedur tindakan.

Rasional : Menghindari resiko penyebaran kuman penyebab infeksi.

  1. Lakukan prosedur invasif secara aseptik dan antiseptik.

Rasional : Untuk menghindari kontaminasi dengan kuman penyebab infeksi.

  1. Penatalaksanaan pemberian antibiotik.

Rasional  :  Menghambat  perkembangan  kuman  sehingga  tidak  terjadi  proses  infeksi.

  1. Kurangnya  pengetahuan  tentang  kondisi,  prognosis,  dan  serta  pengobatan  penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi.

Ditandai dengan :

DS : Klien sering menanyakan tentang penyakitnya.

DO : Ekspresi wajah murung/bingung.

Tujuan : Klien mengerti tentang penyakitnya.

Kriteria Hasil :

Klien tidak menanyakan tentang penyakitnya.

Klien dapat memahami tentang proses penyakitnya dan pengobatannya.

Intervensi :

  1. Jelaskan  tentang  proses  penyakit,  prosedur  pembedahan  dan  harapan  yang  akan datang.

Rasional  :  Memberikan  pengetahuan  dasar,  dimana  pasien  dapat  membuat  pilihan berdasarkan informasi, dan dapat berpartisipasi dalam program terapi.

  1. Diskusikan perlunya keseimbangan kesehatan, nutrisi, makanan dan pemasukan cairan yang adekuat.

Rasional  :  Memberikan  nutrisi  yang  optimal  dan  mempertahankan  volume  sirkulasi untuk mengingatkan regenerasi jaringan atau proses penyembuhan.

  1. Anjurkan untuk banyak beristirahat dan membatasi aktifitas yang berat.

Rasional  :  Mencegah  membatasi  kelelahan,  meningkatkan  penyembuhan,  dan  meningkatkan perasaan sehat.

  1. Anjurkan untuk pijatan lembut pada insisi/luka yang sembuh dengan minyak.

Rasional : Merangsang sirkulasi, meningkatkan elastisitas kulit, dan menurunkan  ketidaknyamanan sehubungan dengan rasa pantom payudara.  Dorong pemeriksaan diri sendiri secara teratur pada payudara yang masih ada.

  1. Anjurkan untuk Mammografi.
  2. Rasional : Mengidentifikasi perubahan jaringan payudara yang mengindikasikan terjadinya / berulangnya tumor baru.
  3. Gangguan  pemenuhan  kebutuhan  nutrisi  berhubungan  dengan  intake  yang  tidak  adekuat

Ditandai dengan :

DS :

Klien mengeluh nafsu makan menurun

Klien mengeluh lemah.

DO :

Setengah porsi makan tidak dihabiskan

Klien nampak lemah.

Nampak terpasang cairan infus 32 tetes/menit.

Hb 10,7 gr %.

Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi

Kriteria Hasil :

Nafsu makan meningkat

Klien tidak lemah

Hb normal (12 6 14 gr/dl)

Intervensi :

  1. Kaji pola makan klien

Rasional  :  Untuk  mengetahui  kebutuhan  nutrisi  klien  dan  merupakan  asupan  dalam tindakan selanjutnya.

  1. Anjurkan klien untuk makan dalam porsi kecil tapi sering

Rasional : dapat mengurangi rasa kebosanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi  sedikit demi sedikit.

DAFTAR PUSTAKA

 

Lowdermilk, Jensen (2007). Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jogjakarta : EGC

Suddart Brunner (2009). Keperawatan Medikal Bedah Volume 4 Buku Kedokteran EGC. Jakarta

Wiwik SEtiawati (2012). IlmuKesehatan . From http://kesehatan-ilmu.blogspot.com/2012/03/laporan-pendahuluan-ca-mamae-payudara.html. Diakses Pada Tanggal 3 Mei 2012

Nurse 87 (2011). Askep Ca Mammae. From http://nurse87.wordpress.com/2011/10/26/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan-ca-mamae/. Diakses Pada Tanggal 4 Mei 2012

David Yusuf (2011). Kumpulan Askep. From http://askep-topbgt.blogspot.com/2011/01/asuhan-keperawatan-ca-mamae-kanker.html. Diakses Pada Tanggal 3 Mei 2012.

Ikbal Salwa (2009). Kanker Payudara (CA MAMMAE). From http://buku-sakuku.blogspot.com/2009/09/kanker-payudara-ca-mammae.html. Diakses Pada Tanggal 3 Mei 2012.

Budi Satria (2012). Askep ICU dan KGD. From http://asuhan-keperawatan-icu.blogspot.com/2012/01/asuhan-keperawatan-kanker-payudara-ca.html. Diakses Pada Tanggal 3 mei 2012.

By Aking Zerzawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s